Home » , » Belajar Trading Seperti Belajar Naik Sepeda

Belajar Trading Seperti Belajar Naik Sepeda

Written By PAGUYUBAN TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM on 8.23.2010 | 19.45

Pernahkah Anda belajar naik sepeda? Anda langsung bisa menaikinya tanpa jatuh? Hebat dong kalau bisa begitu. Tetapi pada umumnya, jelas seseorang akan jatuh ketika belajar naik sepeda.Kita akan belajar banyak dari analogi ini.

Belajar forex itu seperti belajar naik sepeda. Untuk bisa naik sepeda, yang harus disiapkan dulu adalah alatnya, sepeda itu sendiri. Kalau belajar forex ya diisiapkan komputer sama koneksinya. Modal sepeda dan modal komputer, koneksi tentu sama-sama mengeluarkan uang. Kemudian kita perlu belajar naik seped dengan di tuntun sama orang lain, meski ada juga yang mencoba belajar sendiri. Seperti itulah saat kita memulai trading forex. Kita membutuhkan orang lain untuk membimbing kita. Meski dibimbing, belajar naik sepeda tetap jatuh dulu untuk selanjutnya menjadi bisa. Di forex, sama... dia harus loss dulu untuk kemudian profit yang konsisten.

Berapa kalikah Anda jatuh dalam belajar naik sepeda? Intensitasnya sama dengan loss di forex. Bisa 2 kali, atau bahkan 5 kali. Kalau belajar sepedanya, setelah jatuh tidak pernah belajar lagi, ya pada akhirnya dia tidak pernah bisa naik sepeda. Sama kalau belajar forex.

Kalau pun sudah bisa naik sepeda, ada kalanya dia juga terjatuh, bisa jadi karena kecelakaan, kesembronoan sendiri, atau tidak taat aturan lalu lintas. Demikian juga di forex, dia merasa bisa, bahkan telah beberapa bulan trading forex, kalau dia sembrono atau tidak taat aturan, mengkhianati sistem trading, dia juga pasti akan loss.

Renungkan sobat...

Ada yang protes, kalau begitu... kita bisa belajar forex-nya di demo saja. He he he... masih tidak cukup. Karena itu sama saja belajar naik sepeda dengan pengamanan standard sepeda. Dia jalan ditempat dan sudah ada penyangganya. Kalau di lepas, dan mencoba berjalan sendiri, real...pedal di kayuh, disuruh jalan beneran, juga tetap akan jatuh.

And then?

Forex adalah proses. Setiap proses harus dilewati para trader. Tidak bisa tidak. Di forex tidak hanya kesiapan kita loss, tetapi perlu kesiapan pasti loss, dan akan berkali-kali loss sebelum benar-benar profit. Sama keyakinan kita belajar naik sepeda, pada mulanya perlu kesiapan jatuh, dan kesiapan pasti jatuh.

Jadi kalau ada seseorang baru sekali belajar naik sepeda, meski sebenarnya ingin sekali bisa... lantas jatuh sekali dan kapok tidak pernah belajar naik sepeda lagi, di jamin sampai tua tidak bisa naik sepeda, dan bisanya hanya membonceng. Kalu begitu, di forex,dia ya, bisanya hanya membonceng.... atau investasi. Sayangnya, sama fund managernya sepedanya nambrak batu dan jamping. Anda jatuh juga, untung kalau tidak masuk sungai atau tempat sampah. Hiiiiiiii .... ngeriiiii...!!!

Kalau trading forex sekali di kasih modal 5 juta, lalu loss, tidak pernah trading lagi, maka selamanya dia tidak akan mendapatkan profit di forex. Benar-benar forex itu seperti raksasa dari dunia maya pemakan harta Anda. Kemudian, Anda belajar naik sepeda yang kedua setelah jatuh, bisa jadi Anda luka-luka. Atau kecelakaan sepeda dan berujung di rumah sakit. Kalau di forex anggap aja itu margin call .. hi hi hi hi hi.... Padahal Anda sudah deposit dua kali, misal account diisi 5 juta lagi. Anda kapok? ya selamanya Anda tidak bisa menikmati hasil forex yang sesungguhnya. Tidak ada jalan mudah untuk sesuatu yang luar biasa. Anda masih punya nyali, modal ada... Anda deposit lagi, sayang Anda masih tidak mampu juga tuh menaklukan sepeda. Setelah itu putus asa...

Modal sudah banyak keluar tetapi Anda belum mendapatkan apa-apa.

Sesungguhnya Anda telah dekat dengan kemajuan, dan andaikata Anda sekali lagi terjun di forex Anda semakin mendekai profit. Tetapi Anda telah pergi...dan berpaling darinya.

Sebenarnya Anda bisa belajar menggunakan sepeda mini dulu sebelum belajar sepeda yang standard. Di forex pun bisa demikian, kalau takut belajar pada account standard Anda bisa terjun di account micro.

Wah, kalau begitu, orang miskin gak boleh trading forex ya?

Entahlah, tetapi saya sendiri juga pada dasarnya orang miskin, tetapi ternyata saya juga trading. Berat kalau saya harus menjawabnya. Jawaban yang paling tepat adalah di jawab sendiri oleh Anda. Untuk bisa menjawab, Anda harus bertrading sendiri.

Yah, mengerikan...

Tidak juga, kenyataannya Anda juga pada akhirnya sekarang bisa naik sepeda bukan?

Itu yang akan terjadi, sampai pada akhirnya saya juga akan sapa Anda dengan pertanyaan yang sama (suatu saat nanti, insya Allah kita diberi umur panjang dan bertemu). "Tuh kan, akhirnya Anda sekarang bisa profit di forex bukan?"
Bagi Anda yang tetap tidak mau belajar naik sepeda seperti seorang pecundang, Maka saya kasih saran, jangan coba-coba menekuni dunia forex. Kalau Anda seorang buruh, ya tetaplah jadi buruh yang baik, jika Anda memiliki pekerjaan yang Anda cintai jangan ditinggalkan. Kalau memiliki atasan, loyalitaslah kepada mereka. Kalau Anda seorang guru, didiklah dengan baik anak-anakku. Terima kasih Hua ha ha ha ha

Biarlah saya kerja dengan seperti ini; vulgar (karena buka baju saat trading, panas...), sambil ngrokok dan ngopi sambil jegang lagi (maklum tidak punya atasan), biarlah saya kerjaannya facebookan dan chating di YM) mohon maklum karena saya juga pengangguran.Biarlah saya nulis semau saya di blog ini, karena saya tidak bisa menulis di papan tulis sebagai guru yang baik (tidak punya murid), juga karena saya tidak memiliki pegangan kurikulum forex. Hua ha ha ha... Saya hanya memiliki beberapa keindahan dalam pekerjaan trading forex saya; TIDAK ADA BUKU ADMINISTRASI yang harus diisi karena tidak akan pernah ada tinjauan supervisi atau akreditasi. Kalau gajian ya semau saya sendiri mau ambil gaji seberapa besar, mau diambil tanggal muda apa tanggal tua.

Tetapi sayang, para trader pada umumnya senewen, kalau ditanya mengenai pekerjaannya.
Kalau temen saya, namanya Janu Wibowo, dia akan menjawab, "Wah, pekerjaan saya tidak selevel njenengan, saya hanya tukang antri di ATM Bank, mas..."

Lain, Bapak Subroto sesepuh saya di dunia maya, dia akan menjawab, "Pekerjaan saya Operator Trading, mas..." Di tanya lagi, "apa itu Bapak?" Bapak Subroto bilang, wah malu mas..."

"Ndak apa-apa Bapak..."

"Operator Trading itu hanya tukang klik di layar laptop, mas..."

"Opo iku?"

"ng-klik-i profit di grafik metatrader..."

"Profit opo Bapak?"

"Profit supra fit, mbuhlah..."

Ha ha ha ha ha ha

Nah, kalau temen yang satu lagi, namanya Agus Adhi Susanto, dia akan menjawab, "Pekerjaanku Trader Forex, sambilanku guru, hobiku nonton film ha ha haaaaaaa."
Ngapunten... Ini ungkapan kejujuran saya sebagai trader awam.
 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com
Share this article :

Ditulis Oleh : ~ PAGUYUBAN TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM ~

Artikel Belajar Trading Seperti Belajar Naik Sepeda ini diposting oleh PAGUYUBAN TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM pada hari 8.23.2010.
Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

:: My Partner : pusatforex.com ! ::

0 komentar:

Poskan Komentar


Translate To :

 
Support : Pusatforex.Com
Copyright © 2013. PAGUYUBAN TRADING FOREX - All Rights Reserved
Template Created by Mas Template Published by Paguyuban Trading
Proudly powered by Blogger